Mengapa Barang Reject dan Scrap Harus Dicatat dengan Benar?
Dalam operasional perusahaan manufaktur, barang reject, scrap, maupun waste produksi merupakan hal yang umum terjadi. Namun bagi perusahaan yang memperoleh fasilitas kepabeanan seperti Kawasan Berikat (KABER), KITE, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pencatatan barang tersebut tidak boleh dianggap sepele.
Menurut ketentuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), seluruh mutasi barang termasuk barang rusak, reject, maupun scrap wajib tercatat dalam sistem IT Inventory secara jelas, terukur, dan dapat ditelusuri.
Jika tidak dicatat dengan benar, selisih stok dapat muncul dan berpotensi menjadi temuan audit.
Apa Itu Barang Reject dan Scrap?
Barang Reject
Barang reject adalah hasil produksi yang:
- Tidak memenuhi standar kualitas
- Tidak dapat langsung dijual
- Memerlukan rework atau perbaikan
Scrap / Waste
Scrap adalah:
- Sisa material produksi
- Barang rusak
- Limbah produksi
- Material yang tidak dapat digunakan kembali
Dalam beberapa kondisi, scrap masih memiliki nilai ekonomis dan dapat dijual atau dimusnahkan sesuai ketentuan.
Kenapa Pencatatan Scrap Menjadi Fokus Audit?
Dalam audit kepabeanan, auditor sering memeriksa:
“Mengapa jumlah bahan baku yang masuk tidak sama dengan barang jadi yang keluar?”
Jika perusahaan tidak memiliki pencatatan reject dan scrap yang baik, maka akan muncul:
- Selisih stok
- Ketidaksesuaian konsumsi bahan baku
- Ketidakjelasan mutasi barang
📌 Inilah alasan mengapa pencatatan scrap menjadi sangat penting dalam IT Inventory.
Ketentuan Umum Pencatatan Mutasi Reject dan Scrap
Secara umum, sistem IT Inventory harus mampu mencatat:
✔ Jenis barang reject/scrap
✔ Jumlah dan satuan
✔ Tanggal kejadian
✔ Proses asal barang
✔ Status barang
✔ Tujuan akhir barang (rework, pemusnahan, penjualan, dll.)
Data tersebut harus dapat ditelusuri saat audit dilakukan.
Cara Pencatatan yang Benar dalam IT Inventory
1️⃣ Pisahkan Status Barang
Sistem sebaiknya memiliki kategori stok seperti:
- Good stock
- Reject stock
- Scrap / waste stock
- Rework stock
📌 Tujuannya agar posisi barang lebih jelas dan mudah diaudit.
2️⃣ Catat Berdasarkan Transaksi Aktual
Barang reject tidak boleh hanya “dikurangi manual”.
Setiap mutasi harus memiliki:
- Nomor transaksi
- Referensi produksi
- Tanggal pencatatan
- User pencatat
📌 Ini penting untuk audit trail.
3️⃣ Hubungkan dengan Proses Produksi
Sistem harus mampu menunjukkan:
- Barang reject berasal dari produksi mana
- Material apa yang digunakan
- Berapa jumlah hasil baik dan reject
📌 Traceability menjadi poin utama dalam audit DJBC.
4️⃣ Dokumentasikan Proses Pemusnahan atau Penjualan Scrap
Jika scrap:
- Dijual
- Dimusnahkan
- Dikeluarkan dari kawasan
Maka harus terdapat:
✔ Dokumen pendukung
✔ Persetujuan terkait (jika diperlukan)
✔ Mutasi pengeluaran di sistem
5️⃣ Pastikan Data Real-Time dan Konsisten
Pencatatan scrap yang terlambat sering menyebabkan:
- Selisih stok
- Ketidaksesuaian laporan mutasi
- Perbedaan data saat stock opname
Karena itu, pencatatan harus dilakukan secara real-time.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum perusahaan:
❌ Scrap tidak dicatat di sistem
❌ Reject hanya dicatat di Excel
❌ Tidak ada hubungan dengan produksi
❌ Tidak ada histori mutasi
❌ Barang rusak langsung dihapus dari stok
📌 Praktik seperti ini sangat berisiko saat audit Bea Cukai.
Peran ERP dan IT Inventory Terintegrasi
Sistem ERP yang terintegrasi membantu perusahaan:
✔ Mencatat mutasi scrap otomatis
✔ Menghubungkan data produksi dan inventory
✔ Menyediakan audit trail lengkap
✔ Menampilkan laporan mutasi sesuai regulasi
✔ Mempermudah proses audit dan stock opname
Dengan sistem yang tepat, perusahaan dapat meminimalkan risiko selisih data dan temuan audit.
Kesimpulan
Pencatatan barang reject dan scrap bukan hanya kebutuhan operasional, tetapi juga bagian penting dari kepatuhan kepabeanan. Sistem IT Inventory harus mampu mencatat setiap mutasi barang secara detail, real-time, dan dapat ditelusuri agar perusahaan siap menghadapi audit DJBC kapan saja.
📞 Pastikan Sistem Anda Siap Mengelola Mutasi Scrap dan Reject
Konsultasikan kebutuhan IT Inventory perusahaan Anda bersama PT Duta Solusi Informatika.
📱 0857-4000-8282
📧 office@klikdsi.com
🌐 www.esikaterp.id